Berita diperoleh dari www.kompas.com
Laporan wartawan KOMPAS.com Caroline Damanik
Kamis, 30 September 2010 | 12:37 WIB
http://kartunmartono.files.wordpress.com/2010/04/karikatur-toentas.jpg
JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Erwin Aksa prihatin dengan kerusuhan yang kerap terjadi belakangan ini di Indonesia. Menurut Erwin, kondisi ini tentu bisa berdampak untuk iklim investasi di Indonesia ke depan. "Kalau berkelanjutan dan tidak bisa ditangani, ya tentu berbahaya bagi investasi kita," ungkapnya di sela pembukaan Jakvest 2010 di Balai Kartini, Kamis (30/9/2010).
Oleh karena itu, Erwin menegaskan perlu ada sikap tegas dari pihak berwajib terhadap penanganan pengamanan dan praktik premanisme di Jakarta. Erwin mencatat, antisipasi pengamanan aparat dalam dua kerusuhan terakhir di Tarakan dan Ampera, Jakarta, dinilai tidak maksimal.
"Khususnya kan kalau di Ampera, di situ ada restoran-restoran, toko-toko, di daerah sana. Jangan ada pembiaran dalam kasus-kasus premanisme. Jangan dipelihara, harus diberantas," tegasnya.
Sementara itu, Wakil Kepala BKPM DKI Jakarta Yusan mengatakan, suburnya masalah bentrokan etnis, terorisme, serta TKI di luar negeri lebih disebabkan masalah pengangguran dan kemiskinan. "Jawaban untuk mengatasi ini adalah investasi," tambahnya.
