Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Desember 2010

Pohon Natal Ini Diterangi oleh Belut Listrik

Berita diperoleh dari : http://teknologi.vivanews.com/news/read/192239-pohon-natal-ini-diterangi-oleh-belut-listrik
Minggu, 5 Desember 2010, 13:34 WIB
Indra Darmawan 
Belut listrik menerangi lampu hias di pohon natal di Jepang  
(Sumber: www.vivanews.com)

VIVAnews - Memasuki akhir tahun ini, beberapa pohon natal sudah menghias berbagai sudut pertokoan. 
Tapi ada yang unik dari pohon natal yang tengah dipajang di akuarium publik Shin Enoshima, Fujisawa, Kanagawa Jepang. 
Sekilas, kerlipan lampu hias di pohon natal itu tak beda dengan lampu-lampu hias di pohon natal lainnya. Namun, ternyata lampu tersebut ditenagai oleh belut listrik yang berada tak jauh dari pohon natal tersebut. 
Seperti dikutip dari situs Discovery, di dekat pohon tersebut terdapat sesosok belut listrik yang tengah berada dalam sebuah akuarium yang tak begitu besar. Namun, akuarium itu dilengkapi dengan dua panel aluminium yang berfungsi sebagai elektroda, yang akan mengirimkan energi listrik ke lampu pohon natal. 
Menurut pendiri dan juru bicara Enoshima Aquarium Kazuhiko Minawa, setiap kali belut listrik itu bergerak, belut akan menghasilkan lebih dari 800 watt listrik yang bisa digunakan untuk menyalakan lampu hias di pohon natal. 
"Bila kita bisa mengumpulkan semua belut listrik di seluruh dunia, kita bisa memberikan penerangan bagi pohon natal yang besarnya tak terhingga," kata Minawa setengah bercanda.

Belut listrik biasanya hidup di dalam kegelapan, sementara di akuarium tersebut, nampaknya ia musti beradaptasi dengan cahaya yang terang. Jadi belum jelas, apakah ia akan bisa terus hidup dengan sehat untuk menerangi pohon natal selama sebulan ini.
Yang pasti,  ide belut listrik sebagai sumber alternatif bagi konsumsi listrik yang mungkin akan melonjak di akhir tahun ini, memang sangat masuk akal. Khususnya bagi orang yang sehari-harinya berkecimpung dengan dunia ikan seperti Kazuhiko Minawa.

Senin, 06 Desember 2010

Samsung: Galaxy Tab Laku 1 Juta Unit

Berita diperoleh dari :   www.detiknet.com
Rachmatunisa - detikinet

Galaxy Tab (sumber : www.detiknet.com)

Jakarta - Samsung mengatakan perusahaannya telah menjual lebih dari satu juta unit tablet Galaxy Tab besutannya di seluruh dunia. Angka ini naik signifikan dari dua pekan sebelumnya yang hanya 600.000 unit.

Tak ayal, hal ini membuat Samsung kian percaya diri di pasar tablet, terutama untuk memenuhi ambisinya menyaingi iPad Apple. Namun demikian, juru bicara Samsung Kim Titus yang mengonfirmasi hal ini menolak memberikan informasi rinci soal di mana tablet berbasis Android itu paling laku keras.

Dikutip detikINET dari Eweek, Minggu (05/12/2010), operator Verizon di Amerika Serikat, AT&T, Sprint, dan T-Mobile mulai menawarkan Tab sejak pertengahan November. Sepertinya, momen Black Friday pekan lalu telah mendatangkan berkah bagi Samsung dalam penjualan di musim liburan menjelang akhir 2010.

Lantas, apakah ini artinya Galaxy Tab benar-benar pesaing iPad sesungguhnya seperti yang selama ini digembar-gemborkan? Kita tunggu saja!

( rns / wsh ) 

Rabu, 17 November 2010

Stuxnet Sempat Dicurigai Hendak Bikin Ledakan Nuklir

Berita diperoleh dari www.detiknet.com
Selasa, 16/11/2010 19:44 WIB 
Wicak Hidayat - detikinet

ilustrasi (picasa/cc/derek)

Jakarta - Stuxnet diduga kuat merupakan virus komputer yang dibuat untuk menyabotase fasilitas nuklir. Bahkan, pada awalnya, virus itu sempat dicurigai hendak membuat ledakan.

Seperti dikutip detikINET dari Wired, Selasa (16/11/2010), peneliti antivirus sudah cukup lama mencurigai target Stuxnet adalah fasilitas nuklir.

Nah, awalnya, peneliti antivirus mencurigai kemungkinan Stuxnet digunakan untuk sabotase Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang bisa menyebabkan ledakan.

Ternyata, seperti dikemukakan dalam penelitian Symantec, sabotase yang dilakukan kemungkinan adalah proyek jangka panjang yang menyebabkan kerusakan tanpa terdeteksi.

"Stuxnet mengubah frekuensi hanya untuk periode waktu yang singkat, dari 1410 Hz ke 2 Hz lalu ke 1064 Hz. Modifikasi ini pada dasarnya akan mensabotase sistem otomatisasi yang ada," sebut Eric Chien dalam blog resmi Symantec.

Serangan Tersembunyi
Peneliti Symantec, Liam O Murchu, dalam makalah terbarunya, mengatakan bahwa aplikasinya ternyata sangat terbatas. "Dibutuhkan sebuah proses yang berjalan terus-menerus selama lebih dari sebulan agar kode ini bisa menghasilkan efek yang diinginkan," tulis O Murchu.

"Jika kita melihat pada proses pengayaan nuklir (uranium-red), maka sentrifusanya harus berputar pada kecepatan tertentu selama periode yang lama agar bisa mengekstraksi Uranium murni," katanya.

"Jika centrifuge berhenti berputar pada kecepatan tinggi itu, proses isolasi isotop bisa terganggu.. dan Uranium yang dihasilkan akan memiliki mutu yang lebih rendah," O Murchu menjelaskan.

Menurutnya, proses jahat yang dilakukan Stuxnet bisa terpaut waktu yang lama, bahkan hingga tiga minggu. Artinya, lanjut O Murchu, Stuxnet memang ingin mengendap-endap di targetnya untuk waktu lama.

Bahkan jika terdeteksi ada gangguan operasional di fasilitas nuklir sasaran, Stuxnet telah dirancang agar administrator tidak mudah mendeteksi Stuxnet yang sedang bekerja. Tapi ternyata, Stuxnet sudah terlanjur terungkap sejak Juli 2010.( wsh / wsh ) 

Senin, 01 November 2010

Lacak Pembunuh, Polisi Gunakan Facebook

Berita diperoleh dari : www.detikinet.com
Minggu, 31/10/2010 16:05 WIB  
Rachmatunisa - detikinet

Jakarta - Para tim penyidik di kepolisian akan diajari cara melacak pembunuh dan pelaku kejahatan lainnya melalui jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter.

Tak hanya itu, mereka juga akan diajari melakukan forensik digital dasar seperti mengumpulkan informasi dari komputer, ponsel dan perangkat elektronik lainnya.

Dilansir Telegraph dan dikutip detikINET, Minggu (31/10/2010), jajaran kepolisian di Inggris didesak untuk tidak ketinggalan dalam menangani berbagai kejahatan cyber yang kian marak.

Awal tahun ini, seorang penjahat di Inggris bernama Craig Lynch sempat mencemooh aparat kepolisian. Lynch melakukan kucing-kucingan selama empat bulan masa buronannya, dengan mengupdate status dan memberikan petunjuk keberadaannya melalui status Facebook.

Tentunya, peristiwa ini menjadi cambuk bagi kepolisian Inggris untuk bisa lebih sigap memburu pelaku kejahatan di dunia maya. Deputy Chief Constable Nick Gargan, selaku kepala National Policing Improvement Agency (NPIA) mengatakan pelatihan seperti ini sangat penting.

"Pelatihan ini akan meliputi area sensitif kebijakan di area yang sebelumnya masih terbatas," tandasnya. ( rns / eno ) 
 

Selasa, 14 September 2010

Jangan Harap Chip Qualcomm 1,5 Ghz Hadir di 2011

Berita diperoleh dari www.detiknet.com
Fajar Widiantoro - detikinet
Selasa 14 September 2010


 (foto: gigjets.com)


Jakarta - Jangan berharap bahwa 'otak' ponsel pintar mutakhir, Qualcomm Snapdragon berkecepatan 1,5 Ghz, bakal hadir di 2011. Demikian pernyataan Qualcomm yang mengoreksi pernyataan sebelumnya dari CEO Qualcomm, Paul Jacobs.

Dikutip detikINET dari techradar, Selasa (14/9/2010), Paul sempat mengatakan prosesor 1,5 GHz bakal hadir di 2011. Ternyata, yang dimaksud Paul adalah prosesor andalan lain dari Qualcomm.

Ya, yang lebih dahulu hadir tahun depan adalah Qualcomm Snapdragon 1,2 Ghz. Istimewanya, prosesor mobile ini akan memiliki 'otak ganda' yang diyakini bakal mampu mendongkrak kemampuan ponsel.