Rabu, 17 November 2010

Stuxnet Sempat Dicurigai Hendak Bikin Ledakan Nuklir

Berita diperoleh dari www.detiknet.com
Selasa, 16/11/2010 19:44 WIB 
Wicak Hidayat - detikinet

ilustrasi (picasa/cc/derek)

Jakarta - Stuxnet diduga kuat merupakan virus komputer yang dibuat untuk menyabotase fasilitas nuklir. Bahkan, pada awalnya, virus itu sempat dicurigai hendak membuat ledakan.

Seperti dikutip detikINET dari Wired, Selasa (16/11/2010), peneliti antivirus sudah cukup lama mencurigai target Stuxnet adalah fasilitas nuklir.

Nah, awalnya, peneliti antivirus mencurigai kemungkinan Stuxnet digunakan untuk sabotase Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang bisa menyebabkan ledakan.

Ternyata, seperti dikemukakan dalam penelitian Symantec, sabotase yang dilakukan kemungkinan adalah proyek jangka panjang yang menyebabkan kerusakan tanpa terdeteksi.

"Stuxnet mengubah frekuensi hanya untuk periode waktu yang singkat, dari 1410 Hz ke 2 Hz lalu ke 1064 Hz. Modifikasi ini pada dasarnya akan mensabotase sistem otomatisasi yang ada," sebut Eric Chien dalam blog resmi Symantec.

Serangan Tersembunyi
Peneliti Symantec, Liam O Murchu, dalam makalah terbarunya, mengatakan bahwa aplikasinya ternyata sangat terbatas. "Dibutuhkan sebuah proses yang berjalan terus-menerus selama lebih dari sebulan agar kode ini bisa menghasilkan efek yang diinginkan," tulis O Murchu.

"Jika kita melihat pada proses pengayaan nuklir (uranium-red), maka sentrifusanya harus berputar pada kecepatan tertentu selama periode yang lama agar bisa mengekstraksi Uranium murni," katanya.

"Jika centrifuge berhenti berputar pada kecepatan tinggi itu, proses isolasi isotop bisa terganggu.. dan Uranium yang dihasilkan akan memiliki mutu yang lebih rendah," O Murchu menjelaskan.

Menurutnya, proses jahat yang dilakukan Stuxnet bisa terpaut waktu yang lama, bahkan hingga tiga minggu. Artinya, lanjut O Murchu, Stuxnet memang ingin mengendap-endap di targetnya untuk waktu lama.

Bahkan jika terdeteksi ada gangguan operasional di fasilitas nuklir sasaran, Stuxnet telah dirancang agar administrator tidak mudah mendeteksi Stuxnet yang sedang bekerja. Tapi ternyata, Stuxnet sudah terlanjur terungkap sejak Juli 2010.( wsh / wsh ) 

Senin, 08 November 2010

Terapi Ikan buat Pengungsi Merapi

Berita diperoleh dari : regional.kompas.com
Senin, 8 November 2010 | 04:40 WIB


KLATEN, KOMPAS.com - Lama di barak pengungsian membuat sebagian warga mulai terkena stress ringan. Untuk mengatasinya, para pengungsi di Klaten ditawari terapi gigitan ikan. Layanan gratis tersebut disediakan Taman Wisata Green Park Pabrik Gula Gondang Baru, Klaten, Jawa Tengah.
Koordinator Green Park PG Gondang Baru, Klaten, Ahmad Zaki, Minggu (7/11/2010), mengatakan pihaknya menyiapkan sebanyak 300 tiket gratis khusus seharga Rp 32.000 per tiket bagi para pengungsi Merapi yang saat ini tersebar di berbagai lokasi di Klaten. Melalui pijat refleksi ikan, kata dia, diharapkan dapat menghilangkan depresi yang mulai dirasakan para pengungsi.

Gigitan ikan yang lembut, katanya, dapat membersihkan kaki dan mampu mengangkat lapisan kulit yang sudah mati pada kaki. Selain itu, dia juga mengatakan, dengan refleksi pada kaki ini dapat berguna untuk memperlancar peredaran darah. "Diharapkan para pengungsi dapat menikmati manfaat refleksi di saat yang melelahkan bagi mereka," katanya.

Dia mengatakan, dengan memberikan tiket menggunakan wahana Green Park secara gratis diharapkan dapat menghibur para pengungsi dan mengisi waktu untuk menghilangkan kejenuhan di lokasi pengungsian. "Para pengungsi yang datang merupakan warga dari Manisrenggo, Kemalang, Karangnongko, dan sekitarnya," katanya.

Penyelenggaraan tiket gratis ini tidak hanya diberlakukan hari Minggu saja. Namun, untuk hari biasa, para pengungsi diperbolehkan masuk secara gratis tanpa tiket. Selain refleksi ikan, wahana yang disediakan secara gratis untuk para pengungsi misalnya "outbond", kolam renang, taman lalu lintas, "kids zone", dan terapi kaki.

"Sebagai sarana yang bergerak dibidang hiburan, kami hanya bisa memberikan bantuan tiket gratis bagi para pengungsi yang diharapkan dapat membantu kesehatan psikis mereka yang mulai depresi," kata Zaki.

Senin, 01 November 2010

Lacak Pembunuh, Polisi Gunakan Facebook

Berita diperoleh dari : www.detikinet.com
Minggu, 31/10/2010 16:05 WIB  
Rachmatunisa - detikinet

Jakarta - Para tim penyidik di kepolisian akan diajari cara melacak pembunuh dan pelaku kejahatan lainnya melalui jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter.

Tak hanya itu, mereka juga akan diajari melakukan forensik digital dasar seperti mengumpulkan informasi dari komputer, ponsel dan perangkat elektronik lainnya.

Dilansir Telegraph dan dikutip detikINET, Minggu (31/10/2010), jajaran kepolisian di Inggris didesak untuk tidak ketinggalan dalam menangani berbagai kejahatan cyber yang kian marak.

Awal tahun ini, seorang penjahat di Inggris bernama Craig Lynch sempat mencemooh aparat kepolisian. Lynch melakukan kucing-kucingan selama empat bulan masa buronannya, dengan mengupdate status dan memberikan petunjuk keberadaannya melalui status Facebook.

Tentunya, peristiwa ini menjadi cambuk bagi kepolisian Inggris untuk bisa lebih sigap memburu pelaku kejahatan di dunia maya. Deputy Chief Constable Nick Gargan, selaku kepala National Policing Improvement Agency (NPIA) mengatakan pelatihan seperti ini sangat penting.

"Pelatihan ini akan meliputi area sensitif kebijakan di area yang sebelumnya masih terbatas," tandasnya. ( rns / eno )